Rabu, 08 Januari 2014

DENGAN JALAN MEMERINTAH DIRI SENDIRI                                                               
  Manusia dengan kesatuan unsur-unsur yang menyusun jasmani dan rohaninya adalah ibarat suatu pemerintahan kecil dimana duduk aparatur-aparatur  negara yang mempunyai kewajiban dan tugas tertentu dalam bidangnya masing masing. Dalam hal ini roh atau sukma (jiwa) menduduki tempat tertinggi. Dia boleh dimisalkan sebagai kepala negara pemerintahan bagi diri manusia.
                Antara jasmani dan rohani terdapat suatu kerjasama  yang erat sekali sehingga bila salah satu diantaranya menderita,maka menderita pula yang lainnya. Akan tetapi didalam kerjasama antara roh dan badan itu terjadilah semacam persaingan dalam merebut kekuasaan.Badan dengan nafsunya ( ajakan-ajakan ) selalu berusaha mendesak kekuasaan roh.
                  Dalam persaingan antara nafsu badan dengan jiwa terjadi pula semacam pertarungan yang mengakibatkan kalah dan menang, Jika jiwa dapat mengalahkan nafsu Maka jiwa dapat berkuasa tetapi jika terjadi sebaliknya, kekuatan dan kekuasaan jiwa dapat ditindasnya akibatnya jiwa menjadi lemah dan tunduk dibawah kekuasaan nafsu.Nafsu badan melalui alat-alat perangsangnya dalam prakteknya selalu mementingkan keenak-enakan  bagi jasmani saja, akibatnya apabila selalu dituruti dan dimanjakan maka lambat laun daya kekuatan rohani akan lumpuh dan hilang daya kemampuan dan kesaktiannya.
                    Oleh karena itu bagi orang-orang yang menghendaki kekuatan jiwanya agar berkuasa penuh dalam memerintah badannya haruslah selalu berusaha mengalahkan nafsu yang hanya mementingkan keenakan badannya saja.
                     Rumusnya selalu demikian : Bila nafsu berkuasa maka kekuatan jiwa menjadi lemah  dan apabila nafsu dapat dikuasai  maka tenaga jiwa akan kuat dan berkuasa
                      Cara untuk menempatkan jiwa dalam proporsi kedudukan yang semestinya yaitu sebagai kepala negara pemerintahan badan yang berkuasa penuh ialah dengan jalan melatihnya untuk memerintah dan menguasai nafsu-nafsu yang hanya mementingkan kenakan badannya saja.
                       Jika anda seorang yang beragama maka didalam agama sebenarnya telah terdapat latihan-latihan memerintah diri. Misalnya bersembahyang,.                              berpuasa berzakat,berkurban,dan lain sebagainya karena agama merupakan satu satunya bimbingan menuju kearah kesempurnaan jasmani dan rohani. Manusia selaku mahluk yang mempunyai harkat dan martabat yang tertinggi didunia ini,Sebagai undang-undang dasar  ( konstitusi ) bagi tiap-tiap individu yang mengatur dan menjamin kesehatan dan kebahagiaan lahir dan batin dan dialah pula yang menjadi garis pemisah yang dapat membedakan manusia dengan hewan.
 Didalam sembahyang 5 waktu bagi umat islam terdapat semacam latihan memerintah diri dimana didalamnya terdapat berbagai macam latihan jasmani dan rohani yang berfedah,diantaranya terdapat semacam gerakan gerakan yoga dan gymnastiek untuk kesehatan jasmani dan rohani, tetapi jangan menganggap sembayahyang sebagai latihan yoga / gymnastiek, karena sembahyang adalah bersifat ubudiyah  ( darma penyembahan ) sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh manusia terhadap Tuhannya.
Dalam sembahyang, puasa dan lain lain amalan agama yang telah diundangkan sebagai kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap umat manusia terhadap Tuhannya, Walaupun sifatnya ubudiyah namun praktis mengandung hikmah serbaguna yang amat tinggi nilainya karena sembahyang merupakan amalan-amalan yang sangat berharga buat melatih dan menggembleng jiwa raga manusia menuju kebahagiaan dan kesempurnaan hidup yang sejati.
Apabila tugas-tugas agama ini dijalankan dengan baik menurut ketentuan yang telah digariskan olehNya dan dikerjakan secara khusuk ( segenap hati ) tulus iklas dan tawakal maka sebenarnya sudah cukuplah kiranya bagi orang yang menjalankannya itu untuk mencapai tingkat tertinggi dalam kekuatan jiwanya.
Diluar daripada tugas-tugas agama masih boleh juga anda melakukan latihan latihan memerintah diri yang lain, misalnya sebagai berikut :
Ø   Sewaktu anda hendak menonton suatu hiburan yang sifatnya hanya mengenakkan nafsu,melalui panca indra saja cobalah sewaktu-waktu anda belokkan perhatian ( pikiran ) anda itu kepada ha -hal lain yang berfaedah bagi rohani  anda, umpamanya membaca buku yang bermanfaat, melakukan latihan-latihan kerohanian  atau pergi mendengarkan ceramah dari orang orang yang ahli dan sebagainya.
Ø  Dikala anda pulang dari pekerjaan dan melihat makanan makanan yang lezat terhidang dihadapan anda, dimana nafsu makan anda telah terangsang cobalah sekal-kali anda  “ Tahan “ dan katakan pada diri anda sendiri ( auto sugesti ) bahwa anda belum akan memakannya sekarang,nanti setengah jam lagi lalu mengisi waktu tersebut  dengan latihan-latihan  yang berguna misalnya latihan Pranayama / bersenam nafas dan sebagainya.
Ø  Jika anda melihat suatu perbuatan orang lain yang menyinggung perasaan anda seketika itulah terbitlah kemarahan anda kepadanya, apabila anda turuti nafsu amarah menguasai dan memimpin diri anda, tentu akibatnya dapat melemahkan jiwa anda dan mungkin akhirnya membawa kerugian bagi kepentingan anda. Sekarang cobalah anda “ Tahan “ nafsu amarah itu dan carilah kebijaksanaan akibatnya tentu akan menguntungkan anda. Nah !! setelah anda berhasil melakukan latihan-latihan diatas cobalah                                     
Secara berangsur-angsur anda lakukan latihan-latihan memerintah diri yang lain yang kira-kira sama dengan maksud dan tujuan dari latihan ini  dan disamping itu alangkah baiknya jika anda dapat membuat semacam disiplin bagi diri sendiri dengan mengatur pembagian waktu sehai-hari misalnya : waktu makan ,tidur , kerja, ibadah, latihan, studi, hiburan dan lain sebagainya dalam suatu kertas / lembar kerja khusus  yang anda buat sebaik-baiknya . Daftar tersebut anda taruh dimeja kerja anda atau tempat lain yang mudah anda lihat sewaktu-waktu, cobalah anda usahakan mengikuti sedikit demi sedikit hingga akhirnya  anda berhasil seluruhnya.
                      Apabila anda telah berkuasa memerintah diri anda sendiri dan dapat mengatasi atau menyalurkan kehendak dan ajakan dari nafsu yang mementingkan keenakan tubuh anda tentu lambat laun kekuatan jiwa anda akan menjadi besar dan dengan mudah dapat memerintah dan menguasai jiwa  orang lain, sehingga pengaruh anda didalam masyarakat akan semakin besar dan kuat. Memang diakui bahwa memerintah diri sendiri lebih sulit dan hanya bisa dicapai dengan kemauan dan kerja keras.
                   

                      Cara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar