4
DENGAN
JALAN MEMERINTAH DIRI SENDIRI
Manusia dengan kesatuan unsur-unsur
yang menyusun jasmani dan rohaninya adalah ibarat suatu pemerintahan kecil
dimana duduk aparatur-aparatur negara
yang mempunyai kewajiban dan tugas tertentu dalam bidangnya masing masing. Dalam hal ini roh atau
sukma (jiwa) menduduki tempat tertinggi. Dia boleh dimisalkan sebagai kepala
negara pemerintahan bagi diri manusia.
Antara jasmani dan
rohani terdapat suatu kerjasama yang
erat sekali sehingga bila salah satu diantaranya menderita,maka menderita pula
yang lainnya. Akan tetapi didalam kerjasama antara
roh dan badan itu terjadilah semacam persaingan dalam merebut kekuasaan.Badan
dengan nafsunya ( ajakan-ajakan ) selalu berusaha mendesak kekuasaan roh.
Dalam persaingan antara nafsu badan dengan jiwa terjadi pula semacam
pertarungan yang mengakibatkan kalah dan menang, Jika jiwa dapat mengalahkan
nafsu Maka jiwa dapat berkuasa tetapi jika terjadi sebaliknya, kekuatan dan
kekuasaan jiwa dapat ditindasnya akibatnya jiwa menjadi lemah dan tunduk
dibawah kekuasaan nafsu.Nafsu badan melalui alat-alat perangsangnya dalam
prakteknya selalu mementingkan keenak-enakan
bagi jasmani saja, akibatnya apabila selalu dituruti dan dimanjakan maka
lambat laun daya kekuatan rohani akan lumpuh dan hilang daya kemampuan dan
kesaktiannya.
Oleh karena itu
bagi orang-orang yang menghendaki kekuatan jiwanya agar berkuasa penuh dalam
memerintah badannya haruslah selalu berusaha mengalahkan nafsu yang hanya
mementingkan keenakan badannya saja.
Rumusnya selalu
demikian : Bila
nafsu berkuasa maka kekuatan jiwa menjadi lemah
dan apabila nafsu dapat dikuasai
maka tenaga jiwa akan kuat dan berkuasa
Cara untuk menempatkan jiwa dalam proporsi kedudukan yang semestinya
yaitu sebagai kepala negara pemerintahan badan yang berkuasa penuh ialah dengan
jalan melatihnya untuk memerintah dan menguasai nafsu-nafsu yang hanya
mementingkan kenakan badannya saja.
Jika anda seorang yang
beragama maka didalam agama sebenarnya telah terdapat latihan-latihan
memerintah diri. Misalnya bersembahyang,. berpuasa
berzakat,berkurban,dan lain sebagainya karena agama merupakan satu satunya
bimbingan menuju kearah kesempurnaan jasmani dan rohani. Manusia selaku mahluk
yang mempunyai harkat dan martabat yang tertinggi didunia ini,Sebagai
undang-undang dasar ( konstitusi ) bagi
tiap-tiap individu yang mengatur dan menjamin kesehatan dan kebahagiaan lahir
dan batin dan dialah pula yang menjadi garis pemisah yang dapat membedakan
manusia dengan hewan.
Didalam sembahyang 5 waktu bagi umat islam
terdapat semacam latihan memerintah diri dimana didalamnya terdapat berbagai
macam latihan jasmani dan rohani yang berfedah,diantaranya terdapat semacam
gerakan gerakan yoga dan gymnastiek untuk kesehatan jasmani dan rohani, tetapi
jangan menganggap sembayahyang sebagai latihan yoga / gymnastiek, karena
sembahyang adalah bersifat ubudiyah (
darma penyembahan ) sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh manusia terhadap
Tuhannya.
Dalam sembahyang, puasa dan lain lain amalan agama yang telah diundangkan
sebagai kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap umat manusia
terhadap Tuhannya, Walaupun sifatnya ubudiyah namun praktis mengandung hikmah
serbaguna yang amat tinggi nilainya karena sembahyang merupakan amalan-amalan
yang sangat berharga buat melatih dan menggembleng jiwa raga manusia menuju
kebahagiaan dan kesempurnaan hidup yang sejati.
Apabila
tugas-tugas agama ini dijalankan dengan baik menurut ketentuan yang telah
digariskan olehNya dan dikerjakan secara khusuk ( segenap hati ) tulus iklas
dan tawakal maka sebenarnya sudah cukuplah kiranya bagi orang yang
menjalankannya itu untuk mencapai tingkat tertinggi dalam kekuatan jiwanya.
Diluar daripada
tugas-tugas agama masih boleh juga anda melakukan latihan latihan memerintah
diri yang lain, misalnya sebagai berikut :
Ø Sewaktu anda hendak menonton suatu hiburan
yang sifatnya hanya mengenakkan nafsu,melalui panca indra saja cobalah sewaktu-waktu
anda belokkan perhatian ( pikiran ) anda itu kepada ha -hal lain yang berfaedah
bagi rohani anda, umpamanya membaca buku
yang bermanfaat, melakukan latihan-latihan kerohanian atau pergi mendengarkan ceramah dari orang
orang yang ahli dan sebagainya.
Ø Dikala
anda pulang dari pekerjaan dan melihat makanan makanan yang lezat terhidang
dihadapan anda, dimana nafsu makan anda telah terangsang cobalah sekal-kali
anda “ Tahan “ dan katakan pada diri
anda sendiri ( auto sugesti ) bahwa anda belum akan memakannya sekarang,nanti
setengah jam lagi lalu mengisi waktu tersebut
dengan latihan-latihan yang
berguna misalnya latihan Pranayama / bersenam nafas dan sebagainya.
Ø Jika
anda melihat suatu perbuatan orang lain yang menyinggung perasaan anda seketika
itulah terbitlah kemarahan anda kepadanya, apabila anda turuti nafsu amarah
menguasai dan memimpin diri anda, tentu akibatnya dapat melemahkan jiwa anda
dan mungkin akhirnya membawa kerugian bagi kepentingan anda. Sekarang cobalah
anda “ Tahan “ nafsu amarah itu dan carilah kebijaksanaan akibatnya tentu akan
menguntungkan anda. Nah !! setelah anda berhasil melakukan latihan-latihan
diatas cobalah
Secara
berangsur-angsur anda lakukan latihan-latihan memerintah diri yang lain yang
kira-kira sama dengan maksud dan tujuan dari latihan ini dan disamping itu alangkah baiknya jika anda
dapat membuat semacam disiplin bagi diri sendiri dengan mengatur pembagian
waktu sehai-hari misalnya : waktu makan ,tidur , kerja, ibadah, latihan, studi,
hiburan dan lain sebagainya dalam suatu kertas / lembar kerja khusus yang anda buat sebaik-baiknya . Daftar
tersebut anda taruh dimeja kerja anda atau tempat lain yang mudah anda lihat
sewaktu-waktu, cobalah anda usahakan mengikuti sedikit demi sedikit hingga
akhirnya anda berhasil seluruhnya.
Apabila anda telah
berkuasa memerintah diri anda sendiri dan dapat mengatasi atau menyalurkan
kehendak dan ajakan dari nafsu yang mementingkan keenakan tubuh anda tentu
lambat laun kekuatan jiwa anda akan menjadi besar dan dengan mudah dapat
memerintah dan menguasai jiwa orang
lain, sehingga pengaruh anda didalam masyarakat akan semakin besar dan kuat.
Memang diakui bahwa memerintah diri sendiri lebih sulit dan hanya bisa dicapai
dengan kemauan dan kerja keras.
Cara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar