14
DENGAN JALAN MELATIH PIKIRAN , MATA DAN KEMAUAN
Pikiran manusia dalam keadaan sadar setiap
menitnya berubah-ubah sebagai hasil rangsangan {sensasi} panca inderanya atau
yang timbul dari ingatan,keinginan,kesan-kesan. Perubahan ini terus berlangsung
dari menit ke menit hingga saat tertidur
.
Pikiran yang selalu berubah-ubah tidak akan menimbulkan suatau tenaga kekuatan
jiwa yang kuat,apabila pikiran itu dikumpulkan { dibulatkan dan ditujukan
kepada suatu jurusan yang tidak
melenceng ke hal-hal lain } maka pikiran yang demikian akan mempunyai suatu tenaga yang hebat yang
memancarkan getaran bergelombang menuju sasaran pemikirannya / obyek yang
dipikirkan.
Apabila pikiran
yang dipusatkan itu dikuatkan dengan kemauan atau perintah maka arus gelombang
getarannya akan lebih keras lagi
kerjanya, sehingga apabila obyek pemikiran adalah orang / jiwa yang sedang
dalam keadaan pasif maka secara telepatis akan terkena oleh pengaruh dari orang
yang melakukannya baik disengaja atau tidak .
Prof. Elisa gray
pernah menerangkan bahwa pikiran manusia memancarkan gelombang suara yang tidak
dapat didengar oleh telinga dan gelombang warna yang tidak nampak oleh mata
sebanyak miliaran getaran.
Otak manusia
menjadi wadah dari pikiran adalah
semacam stasiun pesawat pemancar yang
bekerja secara elektro otomatis yang amat gaib dimana menurut catatan ilmiah mempunyai miliaran sel sel yang
bekerja secara otomatis mencatat segala kesan-kesan sejak manusia itu dilahirkan sampai meninggal. Sedangkan
gelombang-gelombang elektronis yang
dibawa oleh arus pemikiran secara eteris psikis mempunyai daya kecepatan jutaan
kilometer per detik.
Alangkah
hebatnya pikiran yang dimiliki oleh otak kita
alangkah dahsyatnya kalau tenaga itu
itu dibangkitkan dan dipergunakan . Selain demikian gelombang pikiran
tersusun daripada bion-bion yang bergerak
bebas di 4 ruang / dimensi ,sifatnyapun berjasad,berakal,bijaksana dan
berperasaan .
Sebagaimana
juga anggota badan yang lain yang membutuhkan latihan seperti panca indera,otot,
tulang-tulang dan urat-urat supaya
menjadi lebih kuat lebih dari itu
pikiranpun membutuhkan latihan juga. Apabila pikiran dilatih menurut cara-cara tertentu pasti akan
terbangun pula kekuatan energi yang amat dahsyat dan menjadi suatu tenaga yang sakti dan
menajubkan.
Adapaun cara
melatih pikiran yaitu dengan melakukan konsentrasi / pemusatan pikiran 2 macam
cara yang pokok yaitu konsentrasi aktif dan pasif.
KEKUATAN
PANDANGAN MATA
Sebagaimana
diketahui bahwa mata adalah salah satu dari lima indera yang paling kuat untuk memberikan pengaruh
dalam pergaulan . Dalam magnetisme kekutan pandangan mata sangat berguna sebagai salah satu alat penyalur gelombang magnetisme pribadi.
Apabila mata kita dilatih dengan baik
pada akhirnya timbul suatu keajaiban
dari sorotan sinarnya dan dengan demikian
akan memudahkan bagi anda untuk mempengaruhi orang lain yang dituju
dengan kekuatan pandangan mata yang
ajaib bahkan binatangpun akan terpengaruh.
Mungkin anda pernah melihat komedi kuda /
sirkus bagaimana binatang buas seperti
macan,beruang,gajah dapat ditundukkan oleh pelatih sirkus antara lain dengan pandangan matanya sebagai
alat menghadapi yang utama. Walaupun binatang kucing,anjing,macan,ular
kobra mempunyai pandangan yang maghnetis
yang dapat menaklukkan mangsanya namun mereka masih tidak berdaya bila
berhadapan dengan pandangan mata manusia yang terlatih kuat dan ajaib..
Memang manusia telah dianugerahi Allah
kelebihan –kelebihan dari makluk lainya
didunia ini sebab manusia menurut kodratnya baik susunan jasmani maupun
rohaninya lebih sempurna dari makluk
manapun yang menghuni muka bumi ini.
Dibawah ini akan kami kisahkan kepada anda sebuah cerita tentang kegaiban pengaruh pandangan mata yang kami kutip dari
buku yang berjudul Pribadi yang dikarang
oleh Dr.Buya hamka.
Pada abad yang lalu dinegara libanon ada seorang amir /gubernur bernama amr Basyar
Asyihabi yang termashur karena keberanian dan kesanggupan yang luar biasa dalam
menghadapi hal-hal yang sangat berbahaya . Libanon pada waktu itu adalah salah
satu daerah dibawah taklukkan kerajaan Turki yang berpusat di Istambul.
Suatu ketika terjadi kemelut / krisis politik sehingga
amir tadi dipanggil ke Istambul menghadap sultan Turki yang telah mempersiapkan
suatu rencana untuk memecat dan mengasingkan Amir libanon itu. Alkisah
datanglah Amir Asyihabi menghadap perdana menteri kerajaan Turki yang bernama Assrul A`zhom
yang terkenal kebencian dan kemarahannya pada Amir tersebut.
Ketika sampai istana masuklah Amir dengan langkah teratur,tangkas dan penuh
semangat raut muka Amir yang sudah tua itu melambangkan keteguhan hati dan
keberanian dihiasi oleh jenggot putih yang panjang. Dengan sinar matanya yang
tajam dan menakutkan ditataplah orang-orang dimajelis itu satu persatu bagaikan
sinar gaib yang bergelombang memancar dari kedua mata Amir yang bersinar itu
maka orang-orang yang berada dalam majelis tersebut menjadi gugup dan satu persatu berangkat dari
tempat duduk mereka seraya menundukkan kepala mereka tanda penghormatan.
Akhirnya perdana menteri Turki Assrul A`zhom yang
terkenal kebencian dan kemarahannya pada Amir tersebut ketika terkena pengaruh pandangan matanya
menjadi gugup dan dengan langkah berat seolah terpaksa berangkatlah sang PM
tersebut meninggalkan kursinya menuju kearah Amir dan menjabat tangan gubernur
libanon itu.
Padahal sebelum kedatangan Amir tersebut telah mufakat
untuk tidak memberikan sambutan kepadanya malah diperintahkan oleh PM agar mereka bersikap dingin dan
mengejek,masing-masing harus melaksanakan pekerjaan tersebut secara acuh tak
acuh dengan maksud agar Amir tersebut
merasa tak patut dihormati dan dihargai.
Keesokan harinya sebelum kedatangan Amir kembali ke
istana PM Turki sang PM menginstruksikan kepada bawahannya agar tidak
seorangpun dari majelisnya yang boleh berdiri memberi hormat.
Setelah Amir datang maka dipanggilah sang PM dengan matanya yang bersinar ajaib itu,
Sehingga sang PM menjadi gugup lagi seperti hari kemarin dengan tanpa
disadarinya iapun bangun dari tempat duduknya
dan berdiri memberi penghormatan kepada Amir tersebut.
Demikian yang diceritakan oleh DR.Buya Hamka dalam
bukunya yang berjudul Pribadi, Beginilah kekuasaan pengaruh dari kekuatan
pandangan mata yang terlatih yang
dijalankan oleh Amir / gubernur libanon itu.Ini suatu kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar